HEADLINE / PAPAN INFO TERBARU

Aktif pembelajaran E-Learning kelas 10, 11, dan 12 dimulai pada tanggal 19 Juli 2021. Setiap dua hari, jumlah mata pelajaran adalah dua mapel, dengan harapan guru dapat menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran sebanyak dua pertemuan. Jam pembelajaran daring yang tertera pada jadwal bersifat fleksible dapat disesuaikan oleh guru mapel, sehingga upload tugas dapat dilaksanakan selama 24 jam pada hari tersebut.

Katalog Buku Online SMA dan MA Open Access
SSO Sistem Akademik MAN 2 Grobogan Open Access
E-Learning MAN 2 Grobogan 2021/2022 Open Access
Input Rapor Online ARD Guru SMT 2 2021Open Access
Ruang Rapat Virtual MAN 2 Grobogan Open Access
Koleksi Buku Digital MAN 2 Grobogan Open Access
Absensi Online Guru Tenaga Kependidikan Open Access
Absensi SSO Simpeg PNS Kemenag RI Open Access
Kaldik MAN 2 Grobogan 2021/2022 Open Access

Minggu, 11 Juli 2021

SISWA MAN 2 GROBOGAN RAIH JUARA I KSN KIMIA TINGKAT KABUPATEN 2021

Alhamdulillah berucap syukur kehadirat Allah SWT, untuk tahun 2021 ini peserta didik MAN 2 Grobogan atas nama Miftahul Rohmah 12 MIPA 3 berhasil meraih juara 1 KSN SMA/MA Tingkat kabupaten Grobogan untuk bidang studi Kimia. Prestasi ini membawa Miftahul Rohmah sebagai duta/wakil peserta lomba dari kabupaten Grobogan untuk mengikuti KSN tingkat Provinsi Jawa Tengah. Kompetisi Sains Nasional atau yang biasa disingkat dengan KSN adalah ajang kompetisi dalam bidang sains bagi para siswa SD, SMP, dan SMA di seluruh Indonesia. Sebelumnya, KSN dikenal dengan nama Olimpiade Sains Nasional (OSN). Perubahan nama ini terjadi pada tahun 2020 setelah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Nadiem Makarim mendirikan Pusat Prestasi Nasional yang membawahi semua pelaksanaan lomba, kompetisi, dan festival di indonesia.

Sabtu, 15 Mei 2021

THE "NEW NORMAL" PENDIDIKAN NASIONAL

Sebagian masyarakat kita mungkin belum memahami betul apa itu coronavirus, COVID-19, physical distancing, pandemi dan sebagainya, mereka baru sebatas mengetahui bahwa saat ini adalah masa pagebluk, penyakit menular berbahaya, sehingga harus waspada, menjaga jarak, hidup bersih, selalu mengenakan masker, membiasakan cuci tangan dengan sabun dan sebagainya sesuai instruksi pemerintah. Pandangan seperti itu tidak saja berasal dari masyarakat umum, namun pembelajar khususnya tingkat SMP atau SMA diyakini juga sama, mengingat tingkat literasi siswa di Indonesia berdasakan laporan PISA 2018 masih sangat rendah. Pada aspek literasi digital, sebagian masyarakat atau pembelajar masih mempercayakan sumber-sumber informasi dari media sosial yang lalu lintasnya sangat padat, dan tentunya belum dapat dipercaya. Laporan perusahaan media asal Inggris yang bekerja sama dengan Hootsuite, rata-rata orang Indonesia telah menghabiskan tiga jam 23 menit sehari untuk mengakses media sosial. Total populasi Indonesia yang sebanyak 265,4 juta jiwa, jumlah pengguna aktif di media sosial telah mencapai 130 juta dengan penetrasi 49 persen. Pembiasaan untuk menimbang, membandingkan, dan berpikir kritis dalam pencarian informasi yang benar adalah keharusan agar berita bohong atau hoaks dapat ditekan.

Jumat, 23 April 2021

TUJUH PESERTA DIDIK MAN 2 GROBOGAN LOLOS SELEKSI SNMPTN/SPAN PTKIN 2021

Keluarga besar MA Negeri 2 Grobogan mengucapkan selamat kepada peserta didik yang telah dinyatakan lulus masuk ke Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur SNMPTN/SPAN PTKIN.  Bagi peserta didik yang belum diterima, masih banyak kesempatan melalui jalur-jalur penerimaan yang tersedia, seperti UTBK/SBMPTN dan Jalur mandiri atau kemitraan. Masing-masing Perguruan Tinggi Negeri (PTN) memiliki kebijakan tersendiri, informasi selanjutnya dapat di akses pada halaman website PTN yang hendak dituju, atau dapat mencari informasi di laman LTMPT https://ltmpt.ac.id

Berikut ini peserta didik MA Negeri 2 Grobogan yang dinyatakan lulus melalui jalur SNMPTN/SPAN PTKIN Tahun 2021; 1). Ifroh Fuada (12 MIPA/IAIN Salatiga), Anis Safitri (12 IPS/UIN Walisongo Semarang), Amelia Maharani (12 IPS-UIN Walisongo Semarang), Ayu Wulan Safitri (12 IPS/IAIN Salatiga), Sifana Nur Laila (12 IPS/UIN Walisongo Semarang), Nawa Riyatul Khanasah (12 IPS-UIN Walisongo Semarang), dan Siti Ayyul Khisbaini (12 Ilmu Keagaan/IAIN Salatiga). Peserta yang dinyatakan lolos dapat segera melengkapi administrasi sesuai aturan PTN masing-masing melalui menu registrasi. Kuota penerimaan mahasiswa melalui jalur SNMPTN tahun ini berkurang sesuai kebijakan panitia seleksi, dan memberikan lebih banyak untuk jalur SBMPTN. Untuk tahun ini pendaftar SNMPTN dari MA Negeri 2 Grobogan hanya di ijinkan 27 siswa dari 102 siswa. Selain itu, minat siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi pada tahun ini tergolong rendah, semoga tahun depan siswa MA Negeri 2 Grobogan dapat lebih banyak yang diterima, sebab jumlah siswa yang semakin banyak untuk kelas 11 (red).

Jumat, 16 Oktober 2020

PEMILIHAN KETUA OSIS MA NEGERI 2 GROBOGAN SECARA ONLINE

Terhitung sudah dua kali sejak tahun 2019, perhelatan pemilihan ketua OSIS di MA Negeri 2 Grobogan diselenggarakan secara online. Pemilihan Ketua OSIS yang dilaksanakan secara Online ini, tak lain karena mengikuti perkembangan zaman pada aspek teknologi informatika. Era digitalisi dan revolusi industri 5.0 yang saat ini sedang bergulir, memantapkan MA Negeri 2 Grobogan terus berbenah dan berusaha untuk menyesuaikan diri. Pada tahun 2019 jauh sebelum pandemi COVID-19, MA Negeri 2 Grobogan telah memberikan contoh penggunaan teknologi informasi untuk pemilihan Ketua OSIS 2019-2020 yang demokratis, akuntable dan transparan. Alhamdulillah prosesi pemilihan OSIS pada waktu itu berjalan lancar, namun partisipasi pemilih untuk tahun ini menurun dan hanya mencapai 63%.

Sabtu, 06 Juni 2020

PENILAIAN AKHIR TAHUN (PAT) MAN 2 GROBOGAN SECARA DARING & LURING TERBATAS

Memasuki masa transisi PSBB menuju tatanan kehidupan baru - The New Normal, MA Negeri 2 Grobogan masih memberlakukan Study From Home (SFH) bagi peserta didik sesuai instruksi pemerintah.  Demikian halnya pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT) sebagai evaluasi pembelajaran bagi satuan pendidikan MA Negeri 2 Grobogan, dilaksanakan juga dengan moda daring/online (E-Learning). Penilaian Akhir Tahun (PAT)  di MA Negeri 2 Grobogan secara daring/online, dilaksanakan mulai tanggal 3 juni - 13 juni 2020 mulai pukul 07.30 - 16.30 WIB yang dijadwal berdasarkan kelas online serta disesuaikan kapasitas server agar PAT daring berjalan lancar dapat diakses dengan baik.
Sampai hari ini (Sabtu, 6 Juni 2020), pelaksanaan PAT berjalan tertib dan lancar tanpa ada kendala yang berarti. Partisipasi peserta didik MA Negeri 2 Grobogan dalam mengikuti PAT cukup tinggi, mencapai 92 % dari total peserta 309 siswa (kelas 10 dan 11 semua jurusan).  Berjalannya PAT sesuai jadwal kalender pendidikan dan lancarnya prosesi pelaksanaan PAT, tak lain karena dukungan dari seluruh civitas MA Negeri 2 Grobogan. Beberapa siswa yang tidak dapat mengikuti PAT daring (kurang dari 10%), tetap diberi kesempatan oleh madrasah untuk mengikuti PAT secara luring/ondesk disekolah secara terbatas, dengan tetap melaksanaan protokol kesehatan yang ketat. Peserta mengikuti PAT dengan prinsip Physical Distancing dengan jarak kurang lebih 2 meter, serta disediakan hand sanitizer/alat cuci tangan dilingkungan madrasah. Siswa yang mengikuti PAT secara luring/ondesk, sebagian besar karena alasan tidak tersedianya fasilitas HandPhone/SmartPhone yang kompatible dengan E-learning, dan ada beberapa siswa karena lokasinya yang tidak terjangkau oleh jaringan.  Sebagian siswa MA Negeri 2 Grobogan berasal dari kecamatan Kedungjati Grobogan, topografi wilayah pedesaan yang terpencil sehingga tidak memungkinkan untuk mengikuti pembelajaran maupun PAT secara daring/online.

Rabu, 03 Juni 2020

PAT DARING MAN 2 GROBOGAN: BERBASIS LITERASI DIGITAL DAN LITERASI SAINS

Sebagian masyarakat kita mungkin belum memahami betul apa itu coronavirus, COVID-19, physical distancing, pandemi dan sebagainya, mereka baru sebatas mengetahui bahwa saat ini adalah masa pagebluk, penyakit menular berbahaya, sehingga harus waspada, menjaga jarak, hidup bersih, selalu mengenakan masker, membiasakan cuci tangan dengan sabun dan sebagainya sesuai instruksi pemerintah. Pandangan seperti itu tidak saja berasal dari masyarakat umum, namun pembelajar khususnya tingkat SMP/MTs atau SMA/MA diyakini juga sama, mengingat tingkat literasi siswa di Indonesia berdasakan laporan PISA 2018 masih sangat rendah. Pada aspek literasi digital, sebagian masyarakat atau pembelajar masih mempercayakan sumber-sumber informasi dari media sosial yang lalu lintasnya sangat padat, dan tentunya belum dapat dipercaya. Laporan perusahaan media asal Inggris yang bekerja sama dengan Hootsuite, rata-rata orang Indonesia telah menghabiskan tiga jam 23 menit sehari untuk mengakses media sosial. Total populasi Indonesia yang sebanyak 265,4 juta jiwa, jumlah pengguna aktif di media sosial telah mencapai 130 juta dengan penetrasi 49 persen. Pembiasaan untuk menimbang, membandingkan, dan berpikir kritis dalam pencarian informasi yang benar adalah keharusan agar berita bohong atau hoaks dapat ditekan.

Rabu, 29 April 2020

COVID-19 : ANTARA SAINS DAN NARASI-NARASI AGAMA

Corona melanda, Indonesia pun darurat bencana. 
Pada 11 Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan keadaan pandemic akibat penyebaran wabah Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Pandemic berasal dari bahasa Yunani: “pan” yang berarti semua; dan "demos" yang berarti orang. Status sebuah penyakit menular akan ditingkatkan dari epidemic menjadi pandemic manakala penyebarannya sudah melewati batas negara dan benua, serta dampak mematikannya sudah membahayakan manusia dalam jumlah tak terhingga. 
Pandemic bukan hal baru dalam sejarah umat manusia, sudah berulang kali ia ada. Di abad 20, status pandemic sering dihubungkan dengan wabah penyakit flu, seperti: ‘flu Spanyol’ tahun 1918 yang menewaskan sekira 50 juta penduduk dunia, ‘flu Asia’ tahun 1957-1958 yang mengakibatkan 1,1 juta kematian, serta ‘flu Hongkong’ tahun 1968 dengan korban tidak kurang dari 1 juta jiwa. Sejarah niscaya mencatat tragedi kemanusiaan lainnya yang diakibatkan wabah mematikan, termasuk yang terjadi di Nusantara. Pandemic terbesar yang terekam dalam sejarah umat manusia terjadi sejak abad 6 M. Ada wabah pandemic yang tingkat mematikannya mencapai 70 hingga 100 persen. Michael W. Dols (1974), dalam artikelnya “Plague in Early Islamic History”, mengulas tiga pandemic besar yang menimpa umat manusia, yakni: Wabah Yustinianus (Plague of Justinian) (541-542 M), Maut Hitam (Black Death) (1347-1351), dan Wabah Bombay (Bombay Plague) (1896-1897). Ini bukan berarti tidak ada lagi pandemic atau epidemic lainnya. Tak mudah mengetahui pasti seberapa mematikannya wabah di ketiga situasi pandemic di atas. Yang jelas, jumlah penduduk dunia menurun drastis setelah itu; pola kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi pun berubah.