HEADLINE / PAPAN INFO TERBARU

Kepada seluruh siswa MA Negeri 2 Grobogan di mohon mengisi Survei Pembelajaran Tatap Muka Terbatas SURVEY PESERTA DIDIK, dan untuk semua Bapak/Ibu Guru/Pendidik MA Negeri 2 Grobogan dimohon mengisi Survei Pembelajaran Tatap Muka SURVEY GURU. Hasil Survei menentukan kelanjutan dan Kesiapan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka di MA Negeri 2 Grobogan.

+ Katalog Buku Online SMA dan MA Open Access
+ E-Learning MAN 2 Grobogan 2021/2022 Open Access
+ Jadwal Pembelajaran PTM Terbatas Open Access
+ Rapor Online RDM MAN 2 Grobogan 2021/2022 Open Access
+ Absensi Online Guru Tenaga Kependidikan Open Access
+ Absensi SSO Simpeg PNS Kemenag RI Open Access
+ Input Instrumen Penilaian Eksternal MOPBL Open Access

Rabu, 29 April 2020

COVID-19 : ANTARA SAINS DAN NARASI-NARASI AGAMA

Corona melanda, Indonesia pun darurat bencana. 
Pada 11 Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan keadaan pandemic akibat penyebaran wabah Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Pandemic berasal dari bahasa Yunani: “pan” yang berarti semua; dan "demos" yang berarti orang. Status sebuah penyakit menular akan ditingkatkan dari epidemic menjadi pandemic manakala penyebarannya sudah melewati batas negara dan benua, serta dampak mematikannya sudah membahayakan manusia dalam jumlah tak terhingga. 
Pandemic bukan hal baru dalam sejarah umat manusia, sudah berulang kali ia ada. Di abad 20, status pandemic sering dihubungkan dengan wabah penyakit flu, seperti: ‘flu Spanyol’ tahun 1918 yang menewaskan sekira 50 juta penduduk dunia, ‘flu Asia’ tahun 1957-1958 yang mengakibatkan 1,1 juta kematian, serta ‘flu Hongkong’ tahun 1968 dengan korban tidak kurang dari 1 juta jiwa. Sejarah niscaya mencatat tragedi kemanusiaan lainnya yang diakibatkan wabah mematikan, termasuk yang terjadi di Nusantara. Pandemic terbesar yang terekam dalam sejarah umat manusia terjadi sejak abad 6 M. Ada wabah pandemic yang tingkat mematikannya mencapai 70 hingga 100 persen. Michael W. Dols (1974), dalam artikelnya “Plague in Early Islamic History”, mengulas tiga pandemic besar yang menimpa umat manusia, yakni: Wabah Yustinianus (Plague of Justinian) (541-542 M), Maut Hitam (Black Death) (1347-1351), dan Wabah Bombay (Bombay Plague) (1896-1897). Ini bukan berarti tidak ada lagi pandemic atau epidemic lainnya. Tak mudah mengetahui pasti seberapa mematikannya wabah di ketiga situasi pandemic di atas. Yang jelas, jumlah penduduk dunia menurun drastis setelah itu; pola kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi pun berubah.

Jumat, 20 Maret 2020

COVID 19 : PANDEMI DAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN


Penyebaran virus corona baru (Covid 19) yang terjadi dibelahan dunia dan khususnya di Indonesia sampai saat ini belum ada tanda-tanda tren penurunan. Berdasarkan laporan terpercaya yang selalu melakukan update perkembangan covid 2019 dunia, yaitu worldometers.info/coronavirus sampai sekarang tercatat covid 19 (coronavirus) telah menginfeksi penduduk dunia sebanyak 6.406.512 dengan total yang meninggal 378.201.  Indonesia sendiri seperti yang dilaporkan oleh wordometer.info, jumlah kasus coronavirus sebanyak 27.549 dan 1663 dilaporkan meninggal dunia (2 Juni 2020). (Lihat Tabel dan Informasi disini).

Pemerintah terus mengupayakan agar penyebaran virus ini dapat dikendalikan, sehingga pemerintah provinsi/daerah yang memiliki potensi penyebarannya tinggi langsung mengambil sikap. Seperti provinsi Jawa Tengah melalui Surat Edaran Pemprov Jateng Nomor 965/932 Sekolah di liburkan (belajar dirumah) mulai tertanggal 14-31 Maret 2020.  Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Grobogan sebagai lembaga pendidikan formal yang berada di Jawa Tengah juga melakukan hal yang sama sebagai tindak lanjut Surat Edaran.

Minggu, 18 Agustus 2019

TIM PASKIBRAKA MA NEGERI 2 GROBOGAN DALAM PERINGATAN HUT RI 74


Untuk kesekian kalinya setelah lima tahun MA Negeri 2 Grobogan relokasi di kota kecamatan (Gubug), MA Negeri 2 Grobogan terus meningkatkan pengabdian dan sumbangsih-nya kepada masyarakat Gubug dan sekitarnya.  Pengabdian dan sumbangsih-nya kepada masyarakat salah satunya adalah dengan berperan aktif dalam mengikuti kegiatan penting seperti peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI.  Pada peringatan HUT RI yang ke-74 ini,  MA Negeri 2 Grobogan mengirimkam tim Paskibraka sebanyak 10 personil (siswa).  Disela kesibukannya Bapak Rosidi, S.E selaku wakil kepala bidang kesiswaan, mengatakan bahwa tim Paskibraka yang dikirimkan pada tahun ini (2019) memang lebih banyak diambilkan dari kelas 10, ini bertujuan untuk menguatkan mental dan mencari pengalaman yang banyak dulu agar nantinya jika ada seleksi Paskibraka tingkat Provinsi atau nasional telah memiliki modal skill yang baik.

Minggu, 04 Agustus 2019

DIGITALISASI PEMILIHAN KETUA OSIS MA NEGERI 2 GROBOGAN


Digitalisasi dalam segala bidang adalah keniscayaan pada abad 21 ini, termasuk dalam dunia pendidikan. Kegiatan pembelajaran dari proses belajar hingga penilaian, saat ini tak terlepas dari kemajuan piranti teknologi berupa komputer dan gadget canggih (smart phone). Penggunaan teknologi ini menghemat jutaan rupiah dan sekaligus ramah lingkungan.  Penilaian berbasis kertas yang bergeser ke penilaian berbasis web, telah terbukti lebih efektif dan efisien.
Selama tiga tahun terakhir, MA Negeri 2 Grobogan telah mengimplementasikan kecanggihan teknologi informatika dalam kegiatan pembelajaran dan penilaian.  Ulangan harian, penilaian akhir semester, hingga pelaporan hasil belajar dalam bentuk rapor, telah menggunakan piranti lunak (software) yang telah dikembangkan oleh Pusat Teknologi dan Komputer (Pustekom) MA Negeri 2 Grobogan.  Ke-akuratan data, kemudahan dalam menganalisis, akuntabel, dan transparansi penilaian yang bertanggungjawab, menjadi alasan MA Negeri 2 Grobogan menggunakan kemajuan teknologi informatika.  Demikian juga dengan Pendaftaran Calon Siswa Baru MA Negeri 2 Grobogan,  memasuki tahun Ajaran Baru 2019/2020 telah menggunakan sistem online dalam pendaftarannya.

Selasa, 23 Juli 2019

PENDIDIKAN BERBASIS HAK ANAK

Oleh : Mahbub Alwathoni
(Artikel sebelumnya pernah dimuat di Jawa Post 2015)

Pendidikan adalah hal yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.  Eksistensi dan esensi manusia hanya dapat dicapai ketika menusia dapat memahami dan menemukan dirinya sebagai makhluk yang berfikir.  Pendewasaan seseorang dan penentuan apakah ia bermoral ataupun tidak, berakhlak mulia atau tidak, cerdas atau tidak, hanya dapat ditentukan melalui pendidikan. Pendidikan juga merupakan  alat rekayasa sosial yang paling efektif untuk menyiapkan bentuk masyarakat masa depan.  Begitu pentingnya pendidikan sehingga hal ini harus menjadi tanggungjawab pribadi, masyarakat, bangsa dan negara.  

Kamis, 04 April 2019

PENGUMUMAN SNMPTN DAN SPAN PTAIN 2019



Bismillahirrahmaanirrahim,
Syukur kepada Allah SWT keluarga besar MA Negeri 2 Grobogan pada tahun ini telah berhasil mengantarkan peserta didik ke jenjang Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur SNMPTN dan SPAN PTAIN.  Madrasah Aliyah Negeri termuda di Indonesia ini, dalam kiprahnya pada dunia pendidikan terus berusaha berbenah diri dan berharap menjadi kiblat pendidikan madrasah khususnya di kabupaten Grobogan.

Rabu, 27 Maret 2019

MENGENANG SANG MAESTRO PENDIDIKAN

Oleh : Mahbub Alwathoni
(Artikel ini sebelumnya di muat di Harian Solo Post 12/3/2017)

Kamis, tanggal 7 – 8 April 2016 yang lalu John Dewey Society sebuah organisasi  yang fokus pada filsafat pendidikan, menyelenggarakan konferensi tentang demokrasi dan pendidikan (The Centennial Conference on Democracy and Education) di Washington DC, Amerika Serikat.  Tujuh akademisi dari beberapa universitas terkemuka dunia membahas pemikiran beberapa tokoh yang dianggap memiliki kontribusi besar dan brillian terhadap dunia pendidikan dan demokrasi.  Diantara tokoh yang dibahas adalah John Dewey (1859 – 1952), Confucius (551 – 479 B.C), Mahatma Gandhi (1869 – 1948), Ki Hadjar Dewantara (1889 – 1959), Tsunesaburo Makiguchi (1871 – 1944), dan beberapa tokoh lainnya.  Suatu kebanggaan, Ibu pertiwi  pernah melahirkan putra terbaiknya dalam dunia pendidikan yang gagasannya menarik minat para akademisi didunia.